Showing posts with label Palang Merah Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Palang Merah Indonesia. Show all posts

Friday, September 03, 2010

Lima Relawan PMI Diberangkatkan ke Karo



Rabu, 01 September 2010
SIANTAR-METRO; Sebanyak lima orang relawan Palang Merah Indonesia (PMI) Siantar-Simalungun diberangkatkan ke Tanah Karo untuk membantu warga di camp pengungsian. Mereka berangkat, Selasa (31/8) pukul 07.30 WIB dari halaman Kantor PMI di Jalan Sutomo Siantar.
Sesampainya sampai di sana, tim medis darurat yang mewakili Kota Siantar ini akan bergabung dan berkoordinasi dengan tim PMI dari pusat dan daerah yang sudah siap di daerah gunung Sinabung.
Relawan PMI Siantar ini berangkat dengan menggunakan satu unit mobil Ambulance gawat darurat dengan membawa berbagai obat-obatan yang dibutuhkan para pengungsi di camp-nya masing-masing. Di sana, relawan akan memasuki semua posko pengungsi yang ada untuk memberikan pengobatan bagi warga yang sakit dan butuh bantuan.
Kelima relawan tersebut, M Zakaria selaku Ketua Tim, Kristina Melada Purba yang merupakan tenaga Medik, Rudi A Siringoringo (Tenaga Medik), Ritna Rafika Yanti kru ambulance dan Lili Sitepu selaku relawan Ambulance.
Para relawan akan menetap selama seminggu. Setelah itu, mereka kembali ke Siantar dan akan digantikan tim kedua yang akan mengenban misi kemanusiaan selama seminggu. Sesuai surat tugas yang di berikan Ketua PMI Siantar-Simalungun, Dr Sarmedi Purba, pelaksanaan misi kemanusiaan membantu pengungsi Sinabung hanya selama 14 hari. Jika diperlukan lagi, termasuk pada masa rehabilitasi dan rekonstruksi kawasan bencana gunung berapi nantinya, tim relawan PMI dengan senang hati melaksanakannya.
"Yang kita berangkatkan ada lima relawan. Masing-masing mereka punya tugas, baik sebagai tenaga medik ataupun kru ambulance. Surat tugasnya sudah diberikan dan mereka akan melaksanakan program mobil klinik di sana. Artinya, setelah berkoordinasi dan bergabung dengan tim pusat dan daerah, maka tugas akan dibagi untuk memberikan pertolongan kesehatan terhadap pengungsi Sinabung dengan cara keliling ke seluruh daerah bencana di beberapa kecamatan," kata Dr Sarmedi Purba.
Ditambahkannya, pemberangkatan relawan ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Siantar terhadap saudaranya yang sedang mengalami bencana di sekitar kawasan Gunung Sinabung.
Bagi masyarakat lain yang merasa peduli, juga bisa memberikan bantuan berbentuk makanan instan, obat-obatan dan dana berbentuk uang dan menitipkannya di kantor PMI, Jalan Sutomo Siantar. Di sana, masyarakat bisa menemui Marulam Simarmata, selaku Wakil Ketua PMI bidang penanggulangan bencana, atau petugas yang sedang piket. "Bagi masyarakat Siantar-Simalungun yang ingin memberikan bantuan juga bisa menitipkannya di Kantor PMI Siantar Simalungun," tambah Sarmedi. (mag-16)
http://metrosiantar.com/METRO_SIANTAR/Lima_Relawan_PMI_Diberangkatkan_ke_Karo

Sunday, February 28, 2010

JK DAN SP


Comment: masing-masing menerawang dengan pikiran sendiri-sendiri, no communications


Perbincangan serius untuk keakanan PMI di Sumut. Antara JK dan SP: Drs Kasim Siyo, Ketua PMI Daerah Sumut, sisi kiri: Parlindungan Purba SH, anggota Dewan Perwakilan Daerah asal Sumut

Friday, June 27, 2008

Ketua PMI Cabang Siantar/Simalungun Membuka Jumbara PMR




Bimbingan dan Pengarahan Sekaligus membuka dengan resmi
Jumbara Cabang PMR IV dan
Kelompok Remaja Peduli HIV&AIDS dan Narkoba
Tingkat Kabupaten Simalungun / Kota Pematangsiantar
Oleh : Bapak Dr. Sarmedi Purba,
Ketua PMI Cabang Siantar - Simalungun,
Tanggal : 17 Juni 2008 ( Selasa )
bertempat di Lemdikacab Pramuka Kab. Simalungun
-----------------------------------------------------------------------

Bapak/Ibu/Saudra-Saudara para peserta Jumbara:

Pada hari ini kita berkumpul untuk memulai Jumpa Bakti Gembira Cabang IV Palang Merah Remaja dan Kelompok Remaja Peduli HIV & AIDS dan Narkoba, Tingkat Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar.

Jumbara yang berlangsung beberapa hari ini disemangati gerakan TOGETHER FOR HUMANITY yang dideklarasikan tahun yang lalu di Jenewa. Yaitu Semangat BERSAMA UNTUK KEMANUSIAAN atau saya lebih suka mengatakan GOTONG ROYONG UNTUK KEMANUSIAAN.

Pada deklarasi itu ditekankan sekali aspek togetherness, yakni orang-orang bekerja dengan tujuan bersama saling menolong, yang memampukan kita untuk mengubah secara signifikan, nasib korban bencana, permusuhan, kemiskinan dan krisis kesehatan.

Karena itu kami Pengurus Cabang PMI Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun menyambut gembira kegiatan Jumbara PMR dan Kelompok Remaja Peduli HIV/AIDS & Narkoba yang memulai kegiatannya hari ini. PMR dan Kelompok Remaja ini merupakan wadah generasi muda PMI, yang dapat di laksanakan di sekolah dan di luar sekolah.

Dalam proses pembinaan, anggota remaja PMI yang disebut juga anggota PMR dan Remaja Peduli HIV/AIDS & Narkoba yang difasilitasi dengan peningkatan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap sehingga dapat menjadi remaja yang berkarakter kepalangmerahan yaitu mengetahui, memahami, dan berperilaku sesuai prinsip dasar gerakan Palang Merah Dengan peningkatan pengetahuan, ketrampilan, dan sikap yang telah dimiliki dan terus dikembangkan, mereka juga dapat berperan sebagai Peer Educator atau pendidik sebaya, berbagi pengetahuan, ketrampilan, dan sikap kepada teman sebayanya, sehingga terjadi peningkatan ketrampilan hidup atau “ life skill “ untuk mendorong terjadinya perubahan perilaku positif pada remaja.

Bapak, Ibu, Saudara-Saudara dan adik-adik Peserta Jumbara,

Jumbara yang kita kemas dengan berbagai kegiatan dan metode, baik didalam maupun luar ruangan ini, tidak hanya bermanfaat bagi anggota, Namun juga melibatkan peran serta para pelatih, Pembina, Staff dan Pengurus PMI, khususnya dalam proses pembinaan dan pengembangan PMR serta Kelompok Remaja Peduli HIV&AIDS dan Narkoba jangka panjang.

Tujuan kita melaksanakan kegiatan ini ádalah untuk meningkatkan karakter kepalangmerahan bagi para peserta dan pelaksana dalam penerapan sebagai pendidik sebaya, melalui pendekatan ketrampilan hidup sekaligus untuk mengevaluasi proses pembinaan terutama dalam hal pelatihan, dan pengembangan kapasitas.

Untuk mengembangkan ketrampilan yang mereka peroleh pada Jumbara ini saya menghimbau untuk mempraktekkannya di sekolah masing-masing, dengan mengadakan survey pada daerah rawan bencana, termasuk akibat kemiskinan.

Dengan pemberian BLT (bantuan langsung tunai) oleh pemerintah pada tahun ini, kita telah mendeklarasikan desaster kemanusiaan, bahwa banyak yang tidak mempu lagi untuk bertahan hidup tanpa subsidi, khususnya akibat naiknya harga kebutuhan pokok seperti pangan, akibat kenaikan tarif BBM (bahan bakar minyak). PMR harus terjun bersama PMI mencari orang yang ditimpa musibah ekonomi, membantu mereka dengan menghimpun dana dan bahan makanan dari tetangga, masyarakat kota di dalam dan di luar negeri.

Kesiapan kita untuk bencana merupakan kunci keberhasilan kita menangani bencana,
seperti yang telah dicananagkan pada konferensi Together For Humanity pada ICRC/International Conference for the Red Cross tahun lalu di Jenewa.

Dengan harapan-harapan itu marilah kita sama-sama membuka Jumbara ini:

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA, Jumbara Cabang PMR IV dan Kelompok Remaja Peduli HIV&AIDS dan Narkoba Tingkat Kabupaten Simalungun / Kota Pematangsiantar dengan resmi kami buka.

Semoga Tuhan Yang Maha Esa, meberkati kita semuanya dalam melaksanakan missi kemanusiaan ini.

Pematangsiantar, 17 Juni 2008.


Pengurus Cabang
PALANG MERAH INDONESIA
Kab.Simalungun/Kota P.Siantar
Ketua,


Dr. med. SARMEDI PURBA, SpOG

Monday, September 03, 2007

Grand Opening Humanity-Station in Siantar Sukses

Pada hari Senin 3 September 2007 Drs H. Kasim Siyo, Ketua Pengurus Daerah Palang Merah Indonesia (PD PMI) meresmikan Radio PMI yang berubah nama menjadi Humanity Station in Siantar pada Frekuensi FM 105,40 MHz. Bertempat di di depan Sekretariat PMI Cabang Kota Pematangsiantar/Kabupaten Simalungun di Jalan Sutomo 256 grand opening ditandai dengan pelepasan balon Humanity Station in Siantar, disaksikan oleh Bupati Kabupaten Simalungun dan Walikota Pematangsiantar, masing-masing diwakitli oleh Oberlin Hutagaol dan Johannes Tarigan. Hadir pada kesempatan itu perwakilan dari Japanese Red Cross Society, Miss Tamaki Hatano yang didampingi oleh penggantinya yang baru Miss Maki Igarashi dan Mr Yutaka Oiwa, Japanese Red Cross Jakarta, yang menyumbangkan dana untuk pembangunan stasiun radio PMI yang baru itu.

Juga hadir perwakitlan Deutsches Rotes Kreuz (Palang Merah Jerman), Herr Patrick Bolte, yang menyumbangkan biaya pembangunan Gedung PMI baru di Pematangsiantar.

Pada kata sambutannya Dr Sarmedi Purba, Ketua PMI Cabang Siantar memberitahukan bahwa Humanity Station ini adalah radio kepalangmerahan yang pertama di Indonesia. Sejak tahun 1998 PMI di daerah ini telah berupaya membangun stasiun radio, tapi gagal karena peralatan yang kurang memadai. Baru sejak dua tahun ini direncanakan pembangunan stasiun radio FM dengan bantuan PMI Jepang, yang dikhususkan untuk menyebarkan informasi mengenai HIV AIDS untuk masyarakat, yang kegiatannya berpusat pada pencegahan, perawatan dan advokasi orang dengan HIV AIDS (ODHA). Sarmedi mengingatkan bahwa alat komunikasi elektronik ini harus dipergunakan dengan efisien, jangan underutilised, sehingga message tentang kegiatan kepalangmerahan dapat disampaikan secara intensif dan benar kepada masyarakat.

Apalagi dalam waktu dekat akan bertambah lagi kegiatan PMI Siantar Simalungun dengan aktivitas pengadaan ambulans 24 jam dan pengoperasian gedung baru PMI di Jalan Sutomo, yang didanai oleh Palang Merah Jerman.

Semoga Siaran Radio Humanity Station in Siantar FM 105,40 tetap jaya dan “sekali mengudara tetap diudara.”
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Balon Grand Opening Humanity Station in Siantar FM 105,40 MHz
Photo Sharing and Video Hosting at Photobucket
Dari Kiri: Dr Sarmedi Purba,Ketua PMI Siantar/Simalungun, Drs H. Kasim Siyo,Ketua Pengurus Daerah PMI Sumut, dr Waldy Saragih, Kadis Kesehatan Kab Simalungun, Interpreter dan Miss Tamaki Hatano, Palang Merah Jepang di Medan

Friday, December 08, 2006

HARI AIDS SEDUNIA 2000: KLIPING KORAN

Peringatan Hari AIDS se-Dunia di Simalungun Dihadiri Palang Merah Jepang & Jerman Written by Redaksi
Dec 08, 2006 at 08:19 AM

Simalungun (SIB)
Peringatan hari AIDS se dunia dan perkampungan peduli HIV-AIDS Simalungun P Siantar dipusatkan di Lemdikacab Pramuka Simalungun Jalan Asahan Km 7 P Siantar, Kamis (7/12) dihadiri utusan Palang Merah (PM) dari Jepang Miss Tamaki Hatano, sekaligus sebagai Ketua Tim Pelaksana Program HIV/AIDS/Delegate Japanese Red Cros Society dan PM Jerman Mr Petrick.

Wakil Bupati Simalungun Pardamean Siregar SP membacakan kata sambutan Menkokesra Ir Abu Rizal Bakrie, di antaranya menyebutkan, masalah HIV dan AIDS tidak saja menjadi masalah kesehatan, tapi secara tidak langsung menjadi persoalan sosial, politik, bahkan ekonomi yang sangat serius. Secara makro, epidemi ini telah menjadi penghambat utama bagi pertumbuhan ekonomi di beberapa negara, terutama di negara-negara Afrika Sub Sahara akibat penurunan produktifitas secara kolektif.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Siantar-Simalungun Dr Sarmedi Purba memberi warning dan kewaspadaan bahaya penyakit HIV/AIDS serta penyebarannya. Khusus sumut sudah menjadi peringkat 6 secara nasional penyebaran AIDS ini. Lebih khusus lagi di P Siantar telah ditemukan 8 orang, dan di Kabupaten Simalungun 11 orang penderita AIDS.

Menurut Sarmedi Purba bahwa rumus dari WHO adalah adalah tansaksi jumlah penderita 100 kali lipat, yang artinya di Siantar - Simalungun bisa saja sudah ada yang berpenyakit AIDS sebanyak 1900 orang tanpa diketahui oleh petugas kesehatan.

PMI cabang Siantar - Simalungun menyatakan bertanggungjawab dalam penyaluran darah yang aman dan bebas dari virus HIV-AIDS, termasuk penyakit menular lainnya, seperti syphilis, hepatitis B dan C. PMI juga memiliki pelatih inti, fasilitator pendidik remaja sebaya untuk mencegah penyebaran HIV di kalangan PSK, masyarakat, khususnya remaja. Secara khusus, saat ini dilatih 5 tenaga fasilitator untuk mendapatkan pelatihan Home Base Care, karena sudah 5 orang penderita di daerah ini yang membutuhkan perawatan secara intensif di rumahnya.

Untuk lebih memudahkan sosialisasi tentang pencegahan penyebaran HIV di Siantar - Simalungun sekitarnya, atas dukungan Palang Merah Jepang, PMI telah mendirikan stasiun radio PMI FM dan telah memulai siarannya. Tentang radio PMI FM ini sangat dipuji oleh Miss Tamaki Hatano dalam kata sambutannya sekaligus menghimbau agar lebih meningkatkan kualitasnya.

Ketua panitia Drs Jumsadi Damanik SH MHum menyebutkan bahwa peringatan hari AIDS Sedunia dan perkampungan peduli HIV/AIDS itu adalah merupakan momentum yang baik untuk menyatukan pikiran merenungkan dampak dari wabah AIDS yang telah banyak menelan korban jiwa. (E5/u)

Photobucket - Video and Image Hosting

Photobucket - Video and Image Hosting

Wednesday, December 06, 2006

KATA SAMBUTAN Pada PERINGATAN HARI AIDS SEDUNIA 2006

KATA SAMBUTAN
Ketua PMI Cabang Kota Pematangsiantar/Kab. Simalungun
Pada
PERINGATAN HARI AIDS SEDUNIA 2006
dan
PEMBUKAAN PERKAMPUNGAN PEDULI HIV/AIDS
TINGKAT DAERAH SUMATERA UTARA
7 Desember 2006 di Lemdikacab Pramuka Kab Simalungun
Jalan Asahan KM 7 Kabupaten Simalungun
Photobucket - Video and Image Hosting
Sarmedi Purba sebelum Pidato

Yang saya hormati:
Bapak Gubernur Sumatera Utara
Bapak Bupati Simalungun
Bapak Walikota Pematangsiantar
Bapak, Ibu dan Saudara sekalian,
dan selamat datang, khususnya kepada adik-adik kami peserta Perkampungan Peduli HIV/AIDS
tingkat daerah Sumatera Utara yang datang dari berbagai daerah dan organisasi,
yaitu pemuda-pemuda dari
Ikatan Pemuda NU Simalungun,
Pemuda HKBP,
Pemuda GKPI,
Medan Plus,
Pelatih Inti, Fasilitator dan Pendidik Remaja Sebaya
Program HIV/AIDS PMI
• Cabang Medan,
• Deli Serdang,
• Langkat,
• Tapteng dan
• Siantar Simalungun.

Marilah kita mengucapkan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas karunianya, pada hari ini kita dapat berkumpul memperingati HARI AIDS SEDUNIA 2006 dan pembukaan PERKAMPUNGAN PEDULI HIV/AIDS tingkat daerah Sumatera Utara.

Palang Merah Indonesia (PMI), sebagai organisasi kemasyarakatan
yang bergerak di bidang sosial kemanusiaan, antara lain melaksanakan berbagai kegiatan dengan memprioritaskan kelompok rentan (vulnerable).

Dalam pengembangan kegiatan, kami dari PMI selalu menaruh perhatian bagaimana caranya membantu Pemerintah dalam meringankan penderitaan manusia, apapun sebabnya, dengan tidak membedakan golongan, bangsa, warna kulit, jenis kelamin, bahasa dan agama.

Sasaran utama Gerakan Palang Merah dalam misinya untuk perbaikan derajat hidup kelompok rentan adalah mereka yang berisiko tertular virus HIV/AIDS. Perlu kami ingatkan kembali bahwa hingga bulan November 2006, Provinsi Sumut menempati peringkat nasional ke-6 pada jumlah penderita HIV/AIDS.

Di Pematangsiantar ditemukan 8 orang, di Simalungun dijumpai 11 penderita HIV/AIDS. Penderita ditemukan secara insidentil karena mereka menderita penyakit infeksi yang tidak kunjung sembuh disebabkan kekebalan tubuh mereka yang menurun. Apa artinya ini?

Menurut rumus Organisasi Kesehatan Sedunia WHO, kalau 1 penderita HIV / AIDS terdeteksi berarti sudah ada 100 penderita HIV/AIDS terselubung. Berarti kita menduga adanya 19 x 100 atau 19.00 penderita HIV/AIDS yang tidak terdeteksi petugas kesehatan di Siantar Simalungun yang berpenduduk 1, 1 juta ini. Kebanyakan mereka ini tidak menunjukkan gejala apapun dalam waktu yang panjang. Kita hanya mengetahuinya kalau darahnya diperiksa, misalnya pada kejadian penyakit infeksi yang tidak kunjung sembuh.

Peningkatan prevalensi adalah indikasi adanya sebab utama, di antaranya
- kurangnya pengetahuan dan informasi yang tepat mengenai HIV/AIDS
- adanya sikap diskriminatif terhadap ODHA (orang dengan HIV/AIDS).

Perlu kami sebutkan di sini bahwa PMI, khususnya di Cabang Siantar Simalungun, menyatakan bertanggung jawab dalam penyaluran darah yang aman, yaitu bebas dari virus HIV/AIDS dan termasuk bebas dari penyakit menular lainnya seperti sifilis, Hepatitis B dan Hepatitis C.

Upaya yang kami lakukan sebagai satu-satunya lembaga yang diberi wewenang dalam upaya transfusi darah, khususnya di PMI Cabang Siantar Simalungun, hanya dapat berkesinambungan kalau didukung oleh masyarakat dan pemerintah. Karena itu kami memohon kepada Bapak Bupati Simalungun dan Bapak Walikota Pematangsiantar untuk dapat mengalokasikan dana yang jumlahnya memadai untuk membantu kegiatan PMI, khususnya untuk penyelenggaraan upaya transfusi darah di daerah ini.

Untuk Program HIV/AIDS, PMI di daerah ini beserta PMI di daerah lain di Sumatera Utara memiliki Pelatih Inti (tingkat nasional), Fasilitator (guru-guru) dan Pendidik Remaja Sebaya atau Peraya (siswa SLTA), untuk mencegah penyebaran HIV/AIDS di kalangan PSK, masyarakat dan khususnya remaja.

Mulai hari ini, tanggal 7 sampai 9 Desember 2006, kami secara khusus menugaskan 5 tenaga fasilitator HIV/AIDS ke Medan, untuk mendapatkan pelatihan HOME BASE CARE oleh PMI Pusat, di mana mereka akan membenahi diri dalam pengetahuan dan keterampilan dalam perawatan 5 ODHA yang tercatat di daerah ini. Kelima penderita ini membutuhkan perawatan intensif di rumahnya masing-masing.

Perlu kiranya kami umumkan di sini bahwa PMI Cabang Siantar Simalungun sejak 1 bulan telah mengudara dengan mendirikan Stasiun Radio PMI FM, pada frekuensi 87.8 MHz, dimana secara khusus memberikan penerangan kepada penduduk tentang pencegahan penyebaran HIV/AIDS di kedua daerah ini dan sekitarnya. Ini merupakan stasiun radio pertama di jajaran PMI di seluruh Indonesia.

Harapan kami dari PMI Cabang Siantar Simalungun agar Perkampungan Peduli HIV/AIDS se Sumatera Utara ini dapat membuahkan
SATU KEBULATAN TEKAD atau KOMITMEN BERSAMA,
baik dari
Pemerintah,
TNI/POLRI,
Generasi Muda dan
Masyarakat Kelompok Peduli HIV/AIDS

untuk

MENCEGAH PENYEBARAN HIV/AIDS
TANPA PENDISKRIMINASIAN PENDERITA HIV/AIDS

Karena

MEREKA JUGA MANUSIA YANG BUTUH DUKUNGAN DAN KASIH SAYANG DARI KITA,

sesuai tema peringatan Hari AIDS Sedunia hari ini:
STOP AIDS, SAATNYA MELAYANI.

Keterlibatan ODHA dalam kebulatan tekad ini sangat kita harapkan agar Saudara, keluarga dan sahabat mereka tidak menderita seperti mereka sendiri.

• ODHA BUKAN UNTUK DIJAUHI…
• JANGAN BIARKAN ODHA HIDUP MENYENDIRI…
• BERSAMA ODHA MARI MENYAMBUT HARI ESOK YANG LEBIH CERAH

Akhirnya kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada Panitia Penyelenggara yang telah bekerja keras sehingga kegiatan ini dapat berlangsung. Kepada Palang Merah Jepang kami menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas dukungan moril dan materil sehingga kegiatan ini dapat berjalan sesuai dengan yang kita harapkan.

Pematangsiantar, 7 Desember 2006

Pengurus Cabang
PALANG MERAH INDONESIA
Kab. Simalungun/Kota Pematangsiantar


Dr. Sarmedi Purba
Ketua
Photobucket - Video and Image Hosting
Wawancara Radio PMI FM Siantar Simalungun
Photobucket - Video and Image Hosting
Bersama Miss Tamaki (Japan Red Cross), Patrick Bolte (German Red Cross), Pengurus Daerah PMI dan Pelatih Inti HIV AIDS PMI Siantar Simalungun

Friday, September 01, 2006

Friday, January 20, 2006

PMI Akan Menyediakan Ambulans 24 Jam




PMI Akan Menyediakan Ambulans 24 Jam

Untuk Korban Kecelakaan Lalin di Siantar Simalungun

PMI Cabang Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun akan menyediakan ambulans 24 jam tahun ini untuk kecelakaan lalu lintas di kedua daerah ini. Demikian hasil pertemuan Pengurus PMI dengan dengan Delegassi Pembangunan Organisasi Palang Merah Jerman, Patrick Bolte, di Sekretariat PMI Jalan Sutomo 248 Pematangsiantar hari Senin.

Menurut Ketua PMI Cabang Siantar Simalaungun, Dr. Sarmdi Purba SpOG, penyediaaan ambulans ini direncanakan pada 13 cabang PMI yang aktif di Sumut. Bulan Pebruari 2006 proposal akan disiapkan dan kemungkinan program pelatihan petugas akan mulai bulan April 2006. Nanti setiap kcelakaan dapat dilaporkan secepat mungkin ke PMI dan ambulans beserta petugas dikirim ke tempat kejadian dengan peralatan P3K (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan). Kalau tenaga mengizinkan ambulans akan dilengkapi dengan tenaga dokter yang siap memberikan pertolongan pertama.

Untuk itu diperlukan kerja sama dengan rumah sakit dan Puskesmas agar korban kecelakaaan lalu lintas dan yang pasien yang membutuhkan pertolongan medis darurat dapat ditangani dengan segera pada instalasi pelayanan kesehatan terdekat. Masalah yang dihadapi di daerah ini sekarang, pertolongan selalu terlambat diberikan, kadang dalam hitungan jam atau puluhan jam. Sebaiknya response time, yaitu antara saat kejadiaan sampai dilakukan pertolongan pertama diperpendek di bawah 15 atau 30 menit dan pelayanan di tempat pelayanan medis yang sesuai, dilakukan dalam waktu yang singkat.

Menurut Mr. Patrick Bolte yang berpengalaman di Jerman sebagai petugas P3K diperlukan pelatihan orang-orang yang berada di lapangan, misalnya tukang beca, polisi, Satpam, dll. agar mampu melakukan pertolongan cepat dan tepat. Ini akan mengurangi angka kematian. Direncanakan dalam proyek ini agar pelatihan semacam ini dimasukkan dalam program, termasuk pelatihan untuk pelatih (training of trainers) sehingga pengetahuan dan SDM terbagi merata di semua kecamatan, termasuk di daerah rawan lainnya seperti di pabrik dan industri.

Selain Palang Merah (PM) Jerman, dalam proyek bantuan ambulans ini akan terlibat PM Hongkong, Australia dan Norwegia. Selain ambulans disediakan dana untuk pemeliharaan dan gaji petugas untuk 3 tahun pertama. Sesudahnya PMI dan Instansi stempat harus mengambil alih pengelolaannya. Menurut Dr. Sarmedi program ini sebaiknya didukung oleh sistem penjaminan pelayanan kesehatan, di mana pelayanan medis menjadi intinya. Jadi dengan bertambahnya asuransi kesehatan yang menjamin transport, semisal Jasa Raharja, maka lebih terjamin pembiayaan ambulans ini di kemudian hari.

Pada pertemuan tersebut Ketua PMI Dr. Sarmedi Purba menekankan bahwa cabang PMI di daerah ini akan dibagi 2 yaitu PMI Cabang P. Siantar dan PMI Cabang Simalungun. Pengurus PMI telah menjajaki pembentukan PMI Cabang Kab. Simalungun yang akan terbentuk dalam waktu dekat. Karena Kantor Bupati juga akan dipindahkan ke Pematangraya tahun ini, sesuai dengan rencana bupati, maka pembentukan cabang di kabupaten lebih mendesak. Dengan demikian derah ini menerima jatah ambulans untuk dua daerah, yaitu di kota Pematangsiantar dan kabupaten Simalungun, kata Sarmedi dengan nada optimis. Dalam pertemuan tersebut hadir Drs SH Ginting, Msi mewakili Ketua Pengurus Daerah PMI Sumut, Drs. Kasim Siyo, Petugas PMI Sumut dr. Elman Boy dan Mr. Jack, dan Pengurus PMI Siantar Simalungun Irwansyah Damanik (Sekretaris), dr. SD Hutauruk, dr. Petrus Jusuf (wakil ketua) dan Kepala Unit Transfusi Darah, dr. Abadi Sinaga, beserta semua Korps Sukarela (KSR) dan Satgana PMI Siantar Simalungun

Thursday, December 09, 2004

Autobiografi: PMI (Palang Merah Indonesia)

PMI

Rabu, 8 Desember 2004
PMI (Palang Merah Indonesia) memasuki hari ketiga Munas ke-18 di Hotel Sahid Jaya Jakarta. Munas ini dibuka oleh Preisden Susilo Bambang Yudhoyono pada 6 Desember yang lalu. Kesan saya SBY memiliki komitmen yang tinggi pada kegiatan PMI, seperti ditekankannya dalam pidatonya yang menekankan penghargaan kepada kegiatan PMI dalam bidang kemanusiaan dan perlunya bangsa Indonesia memperbaiki kesejahteraan rakyatnya, khususnya dalam bidang kesehatan dan pendidikan.

Kemarin Ketua Umum PMI, Ma’ri Muhamad menekankan kembali pentingnya membenahi PMI dngan kegiatan-kegiatannya yang terukur dan mengintensifkan kegiatan-kegiatan di tingkat daerah dan cabang dengan standard pelayanan yang sama. Yang perlu dicananagkan diseluruh jajaran PMI adalah bahwa PMI partner Pemerintah RI dalam menjalankan tugasnya dalam pelaksanaan upaya kesejahteraan masyarakat, khususnya dalam bidang yang menyangkut kemanusiaan.

Hari ini, pada perdebatan di Komsi A yang membahas laporan pertanggungjawaban Ketua Umum PMI, saya memberikan pendapat bahwa perlu dirinci lebih jelas, sejauh mana PMI di seluruh Indonesia telah memenuhi tugasnya dalam bidang kepalangmerahan, misalnya dalam kegiatan yang ada, berapa persen PMI yang memenuhi syarat sebagai cabang dan berapa cabang yang menjalankan tugasnya menyelenggarakan Unit Transfusi Darah. Semuanya ini belum jelas dan ini penting agar target yang ditentukan dalam Rencana Strategis 2005-2009 terukur kemajuannya pada akhir periode kepengurusan yang akan datang.

Khusus mengenai RS PMI Bogor saya melihat laporannya kurang transparan sehingga menimbulkan pertanyaan-pertanyaan. Rumah sakit dengan 258 tempat tidur yang hanya mengelola Rp. 44 Milyar per tahun nampaknya kurang masuk akal. Harus dicaritahu dari pos apa saja uang masuk ini dan untuk apa saja uang tersebut dibelanjakan, baru kita tahu apakah manajemennya benar atau tidak. Karena rumah sakit ini sudah menjadi profit center walaupun masih mengutamakan fungsi sosialnya, semua kegiatannya harus dapat dipertanggungjawabkan secara transparan kepada masyarakat, khususnya kepada warga PMI.

Salah satu yang saya tidak setuju adalah rekomendasi Komis A ini untuk membangun rumah sakit di seluruh cabang-cabang di Indonesia. Bagaimana kita dapat menerima usul agar pemerintah daerah membantu pembangunan RS PMI kalau RS yang dikelola pemerintah daerah sendiri (RSUD) tidak berjalan dengan baik alias sakit. Saya kira yang mengusulkan ini tidak mengerti tentang perumahsakitan di Indonesia. Mereka hanya ingin mempunyai proyek bergengsi di daerahnya masing-masing tanpa mempunyai kemampuan mengelolanya secara berkesinambungan. Saya kira tugas yang dibebankan ke pundak PMI sudah terlalu banyak sedang kegiatan menghadapi tugas utamanya saja belum mampu. Penambahan kegiatan membangun RS di tingkat cabang akan mengganggu fokus kegiatan PMI sehari-hari.

Memang sudah banyak suka duka selama menjadi Ketua PMI sejak 1985. Awalnya aku ditelepon Bapak Arnold Simanjuntak, Ketua Pengurus Daerah PMI Sumatera Utara, untuk memimpin PMI di Cabang Kota Pematangsiantar/Kabupaten Simalungun, karena Ketua PMI yang lama, Dr. A. Langkat Munthe, pindah tugas ke Medan. Pak Arnold yang sudah saya kenal sejak mahasiswa di Medan dan anaknya Tarubar Simanjuntak pernah bersama saya di GMKI Medan dan memimpin Panita Paskah Oikumene di Medan tahun 1963, berpendapat bahwa saya cocok memimpin PMI karena isteri saya orang Jerman dan tentu banyak bisa diadakan inovasi di dalam tubuh PMI.

Memang sebelumnya saya sudah pernah diangkat Dr. Langkat Munthe menjadi Kepala Dinas Transfusi Darah (kemudian menjadi Unit Transfusi Darah) PMI di Siantar tahun 1981-1982, tapi saya mengundurkan diri karena tidak adanya kejelasan wewenang saya sebagai Kepala DTD. Dr. Langkat waktu itu agak marah atas keputusan saya dan terjadi perang kertas yang keluar kepada pejabat pemerintah dan pengurus daerah PMI.

Pada awal kepengurusan kami di PMI saya memberanikan diri mengundang Ketua Umum PMI, Ibnu Sutowo, meresmikan kepengurusan kami yang baru. Kegiatan dipusatkan di rumah dinas Walikota Siantar, yang waktu itu dijabat oleh Drs Djabanten Damanik. Event itu menjadi kebanggaan kami orang Siantar, khususnya warga PMI, bahwa Ibnu Sutowo yang terkenal sebagai dokter yang turut membangun perusahaan minyak PERTAMINA di Indonesia dan tidak kurang terkenalnya juga pada masalah bangkrutnya perusahaan milik negara tersebut pada tahun tujuhpuluhan, bisa dihadirkan di kota Pematangsiantar, khusus untuk kegiatan PMI.

Hal yang sama kami lakukan untuk mengundang Ibu Hardianti Rukmana (Mbak Tutut) sebagai Ketua PMI pada tahun 90-an tidak berhasil, malah surat permohonan kami tidak mendapat jawaban. Karena itu juga saya mengambil inisiatif untuk memilih Mar’ie Muhamad menjadi penggantinya pada tahun 1999, sesudah tumbangnya Suharto pada tahun 1998. Saya tidak mengerti waktu itu mengapa Mbak Tutut tidak mau memanfaatkan berkunjung ke Siantar, karena waktu itu dia berupaya memoles imagenya agar pantas menjadi menteri pada kabinet berikutnya. Memang belakangan dia diangkat Soeharta menjadi Menteri Sosial, tapi tidak berlangsung lama karena kabinet hasil Pemilu 1997 itu sudah bubar tahun 1998 dengan mundurnya Soeharto sebagai Presiden dan ditunjuknya Habibie sebagai Presiden baru.

Kemajuan yang saya ingat pada PMI di daerah ini adalah dengan terlaksananya kegiatan Unit Transfsi Darah dari semula hanya 200 kantong menjadi 450 kantong per bulan. Setiap musibah bencana alam kami bantu sesuai rencana dengan memberikan 1 karung beras kepada setiap keluarga korban, yang kebanyakan adalah bencana kebakaran. Kami telah membentuk PMR pada banyak sekolah di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar. Mereka juga dilatih dalam kegiatan P3K, penaggulangan bencana alam dan tentu pengenai pendidikan kepalangmerahan. Korps Sukarela (KSR) selalu aktif di cabang ini. Juga Satgana (Satuan Siaga Bencana) PMI telah dilatih pada cabang ini. Pemberian bantuan kepada keluarga miskin juga telah pernah dilakukan. Sejak pertengahan tahun 2004 PMI Cabang Pematangsiantar mendapat anggaran untuk menyelenggarakan Program Penyuluhan HIV/AIDS dengan kegiatan survey, menyelenggarakan pertemuan-pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat untuk sosialisasi progrtam ini, melatih fasilitator yang terdiri dari guru pembimbing PMR, pengurus organisasi kemasyarakatan pemuda (OKP), yang kemudian mengadakan pelatihan kepada murid atau anggota OKP. Pada tanggal 16 Desember yad. PMI menyelenggarakan AIDS Day di Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar dengan menggelar pawai kepedulian AIDS dari Kantor Bupati ke Kantor Walikota, diikuti oleh 1000 orang. Kegiatan serupa juga telah dilakukan 2 tahun yang lalu.

Sekarang kegiatan PMI Kabupaten Simalungun/Kota Pematangsiantar sudah sudah lebih rapi dan dapat dibanggakan karena termasuk PMI terbaik di Provinsi Sumut. Administrasi sudah computerised. Malah kita sudah mempunya computer dan soft ware yang baru, kita sudah bisa mengakses internet, mempunyai mesin facsimili dan staf PMI sudah terlatih memgoperasikan computer, termasuk menguasai pembuatan slides dengan program Power Point.

Pada kepengurusan cabang pertama masih ada H. Musa Sinaga, Lodewyk Poerba, Loksa Napitupulu. Mereka adalah sukarelawan pertama yang mengurus PMI di daerah ini dan mengembangkannya sedikit demi sedikit. Sekretaris adalah Sopar Lumbangaol, pensiunan PNS Kota Siantar. Beliau ini selalu bekerja rapi dan mengelola administrasi PMI dengan cermat. Setelah beliau meninggal jabatan Sekretaris dan Kepala Markas, Kepala Kantor dijabat oleh Irwansyah Damanik.

9 Desember 2004
Tadi malam Munas PMI ditutup dengan pukulan gong oleh Menko Kesra Alwi Sihab mewakili Wapres M. Jusuf Kalla yang berhalangan hadir. Salah satu yang ditekankan Mar’ie Muhammad yang terpilih kembali menajadi Ketua Umum PMI periode 2004-2009, dalam pidatonya adalah ajakan Presiden SBY kepada semua lapisan masyarakat, khususnya sukarelawan PMI untuk menjadi mitra Pemerintah mengurangi penderitaan sesama dan meningkatkan kwalitas kehidupan manusia, sesuai dengan tema Munas: MELINDUNGI MARTABAT MANUSIA.

Dari keputusan-keputusan Munas saya mengambil kesimpulan bahwa banyak sekali kemajuan yang dicapai PMI selama kepemimpinan Mar’ie Muhammad, antara lain organisasi PMI sudah lebih rapi, RS PMI Bogor sudah bisa menjadi profit center, membelanjakan Rp 100 Milyar untuk program kesejahteraan rakyat melalui PMI, quick respons PMI terlah teruji dengan baik dalam pemberian bantuan bencana misalnya di Aceh, Nabire dan Alor pada beberapa waktu yang lalu.

Renstra PMI yang telah diputuskan Munas nampaknya sudah tersusun dengan rapi dan rinci. Saya gembira dengan terpilihnya Mar’ie Muhammad kembali menjadi Ketua Umum sehingga progam-program PMI dapat dilaksanakan sesuai Renstra yang disusun itu. Cuma harus dibuktikan bahwa beliau mampu melaksanakan progam yang telah diputuskan itu.Salah satu yang sangat penting pada masa 5 tahun ke depan adalah tersusunnya prosedur tetap dan standard pelayanan PMI sehingga dicapai keseragaman pelayanan. Hal ini sudah sesuai dengan panggilan jaman sekarang dimana PMI hanya bisa berhasil mencapai tujuannya dengan merangkul semua lapisan masyarakat agar mendukung kegiatan PMI.



Berpose dengan Ketua Umum PMI Mar'ie Muhammad

20 Desember 2004
Kampanye Hari AIDS Sedunia

Hari ini PMI Cabang Kabupaten Simalungun/Kotas Pematangsiantar mengadakan kampanye besar-besaran memperingati Hari AIDS sedunia di Gedung Olah Raga (GOR) Pematangsiantar. Bekerja sama dengan DPD KNPI (Komite Nasional Pemuda Indonesia) Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar, kegiatan ini dihadiri oleh 1500 pemuda remaja yang kebanyakan adalah pelajar SLTA.

Acara yang terganggu karena turunnya hujan sejak pagi sampai jam 10 tidak mengurangi semangat peserta kampanye pencegahan penyakit AIDS yang mematikan ini. Juga sangat disayangkan karena Walikota Marim Purba tidak dapat hadir karena sakit dan Bupati juga berhalangan karena pesta rondang bintang di Parapat.

Saya melakukan orasi singkat menekankan bagaimana mengerikan AIDS ini. Kalau orang dinyatakan terinfeksi HIV maka kita bisa count down kapan orang itu akan meninggal. Ada yang 3 tahun, 5 tahun, paling lama 8 tahun. Karena itu terasa pentingnya arti pencegahan karena tidak ada peluang untuk pengobatan.

Perilaku yang kurang menyadari penyebaran AIDS dibuktikan dengan meningkatnya penderita AIDS dari tahun ke tahun. Sekarang diperkirakan 42 juta penduduk dunia HIV positif. Di Indonesia 90 – 130 ribu orang tertular HIV. Kalau dihitung 120 ribu HIV positif maka dari 240 juta penduduk 0,5 permil penduduk mengidap virus HIV. Kalau 0,5 Permil dihitung dari lk. 1,1 juta penduduk, Siantar Simalungun sudah memiliki 550 orang HIV positif. Angka-angka yang mengerikan ini akan menyentakkan kita betapa besarnya tanggung jawab kita pada generasi yang akan datang..

Karena itu PMI sebagai mitra Pemerintah untuk meringankan penderitaan yang tertimpa musibah dengan tidak membedakan golongan, bangsa, warna kulit, jenis kelamin, bahasa dan agama, bertekad untuk melaksanakan program pencegahan HIV/AIDS dari Palang Merah Internasional, yakni melalui 3 pendekatan secara terpadu: PENCEGAHAN, PERAWATAN DAN DUKUNGAN, SERTA ANTI STIGMA

Upaya PMI di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun:
1. pencegahan penyebaran HIV melalui uji saring darah sebelum diberikan kepada penderita di rumah sakit – sejak 1992. Kita beruntung darah yang dikelola oleh PMI di daerah ini aman dari HIV.
2. promosi dan kampanye HIV/AIDS, khususnya program anti stigma dan diskriminasi terhadap Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA). Kita harus mempersiapkan masyarakat mulai sekarang –sebelum terjadi wabah- bagaimana mereka sebagai keluarga, kenalan dan tetangga menghadapi penderita AIDS.
3. Pada tahun 2004 PMI Cabang P.Siantar/Simalungun mengadakan program kampanye besar-besaran mencegah penyebaran HIV/AIDS, yaitu:
- SURVEY DAN WAWANCARA DENGAN KELOMPOK SASARAN (PKS, ORANG TUA, KARYAWAN DAN PEKERJA RISIKO TINGGI
- MENDIDIK PELATIH INTI, FASILITATOR DAN PARA PENDIDIK
REMAJA SEBAYA (sampai sekarang sudah ada Pelatih Pendidik
Remaja Sebaya sebanyak 310 orang).

Semua upaya ini hanya dapat berjalan kalau didukung oleh lapisan masyarakat, seperti sekarang oleh KNPI Kabupaten Simalungun dan KNPI Kota Pematangsiantar. Seperti yang telah disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam kata sambutannya pada pembukaan MUNAS PMI pada 6 Desember yl di Jakarta: PMI adalah mitra Pemerintah untuk meringankan penderitaan sesama manusia yang ditimpa musibah.

Penyebaran HIV/AID disebabkan oleh kuangnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat pada masalah ini. Karena itu kami menyerukan: “KATAKAN YANG BENAR TENTANG HIV/AIDS, HINDARI AIDS BUKAN ORANGNYA, UTAMAKAN KESEHATAN DAN KESELAMATAN KELUARGA ANDA”. (akhir orasi).

Acara semacam ini telah dilaksanakan juga tahun yang lalu di kota Pematangsiantar. Acara tersebut dilakukan pada malam hari di depan Kantor Walikota dengan orasi oleh Walikota dan Ketua PMI, sajak dibacakan oleh PMR dan diakhiri dengan pawai peduli AIDS dengan membawa lilin keliling kota Pematangsiantar. Acara hari ini dilakukan pada pagi hari dengan pawai keliling kota Siantar, dimeriahkan oleh marching band SMU Negeri 4 Pematangsiantar.

Seusai acara di GOR, wawancara live dilakukan di kantor KNPI oleh Radio CAS FM dngan peserta selain Ketua PMI hadir Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Lingga Napitupulu, Asisten Sekwilda Pemko Sura Ukur mewakili Walikota, Ketua Knpi Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar. Saya terkesan pada statement Ketua DPRD Siantar bahwa dia menyambut kegiatan ini dengan menawarkan anggaran kelanjutan acara ini. Untuk itu dibutuhkan usulan dari PMI dan KNPI agar dapat ditetapkan dalam APBD Kota Pematangsiantar tahun 2005.